Cara Tetap Produktif Saat Otak Sudah Overload

  • by
tips sukses di kantor

Biasanya kita jadi semakin malas mengerjakan apapun saat pekerjaan mulai menumpuk. Saya sendiri sering mengalami seperti itu, rasanya ingin semua tugas bisa langsung selesai dalam sekejap. Tapi kenyataannya, semakin saya memaksakan diri untuk menyelesaikannya malah semakin tidak selesai.

Akibatnya bisa fatal, stres mulai muncul dan semakin sulit diatasi. Yang akan saya bagikan kali ini semoga bisa memecah lingkaran stres akibat tugas menumpuk dan tetap kembali produktif.

#1 Kerjakan satu per satu

Lupakan soal kemampuan multi-tasking yang seolah bisa mengerjakan semuanya dalam satu waktu. Mengerjakan tugas yang banyak dalam satu waktu justru dapat mereduksi produktivitas kamu 40%.

Mulai break-down tugas besar kamu menjadi tugas-tugas kecil yang lebih realistis dikerjakan. Dari tugas-tugas kecil itu akan muncul gol-gol kecil yang bisa kamu capai. Ibarat ingin menuju lantai atas, kamu hanya perlu menapak setiap anak tangga yang ada di depanmu.

Ini akan mengurangi stres dan akan membuat kamu lebih fokus mengerjakan tugas-tugas kecil yang ada itu.

#2 Istirahat yang cukup

Istirahat juga perlu kamu prioritaskan agar mood tetap terjaga dan tidak kamu pun jadi tidak lekas marah menghadapi gangguan saat mengerjakan tugas yang ada. Dan kamu perlu energi yang cukup untuk menyelesaikan itu semua.

Caranya ya dengan tidur yang cukup dan teratur.

#3 Olahraga yang cukup

Biasanya orang yang merasa sibuk, merasa overload dengan pekerjaannya akan beralasan tidak ada waktu untuk berolahraga. Boro-boro olahraga, keluar sebentar untuk makan saja tidak ada waktu. Begitu bukan?

Padahal dengan olahraga berarti tubuh kita akan memproduksi endorfin yang mampu meningkatkan mood dan mengurangi stres. Tidak perlu waktu banyak kok, kamu bisa luangkan 20 menit setiap harinya untuk sekadar jalan kaki, jogging, atau berlari di sekitar rumah sudah cukup.

#4 Perhatikan hal yang memicu stres

Biasanya dengan banyaknya tugas yang harus diselesaikan akan membuat pikiran menjadi negatif. Pertanyaan dalam diri yang sering muncul misalnya, “Duh, aku bisa nggak ya menyelesaikan itu?”, “Nanti kalau nggak selesai, bos pasti marah besar. Gimana nih?”

Pikiran negatif seringkali tak terhindarkan, lantas apa yang bisa kita lakukan? Kamu bisa kok tetap mengaturnya, mengendalikannya. Kuncinya adalah menerima kenyataan tanpa menghakimi (kekurangan) diri sendiri dan perhatikan apa sih yang memicu pikiran negatif itu muncul.

Dengan begitu kamu bisa mengantisipasinya dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi.

#5 Tentukan tujuan dan harapan yang realistis

Menentukan tujuaun yang realistis sangat dipertlukan supaya kamu tidak terbebani. Bayangan kesuksesan besar yang harus diraih justru akan membuat kamu stres lebih dalam lagi.

Buatlah gol-gol kecil dan rayakan setiap gol kecil yang tercapai dengan sedikit rileks walau hanya sekadar menikmati hangatnya minuman coklat dan gorengan dari warung depan.

Penutup

Jangan memaksakan diri dapat menyelesaikan semua pekerjaan dalam waktu singkat saat otak sudah tak mampu lagi berpikir dengan jernih. Mulai pertimbangkan meningkatkan kapasitas skill kamu di bidang yang digeluti agar dapat menyelesaikan masalah lebih baik lagi.

Dengan demikian produktivitas kamu di kantor dan pekerjaan dapat meningkat seiring dengan pengalaman dan jam terbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *