7 Cara “Dadi Uwong sing Solutip” di Tempat Kerja

  • by
solusi produktif di tempat kerja

Mengapa Bu Tedjo dalam cerita film pendek “Tilik” suaranya lebih dipercaya daripada orang lain? Saya menduga jawabannya ada di bagian akhir cerita ini, dia adalah sosok yang mampu memberikan solusi dalam setiap permasalahan di lingkungannya.

“Dadi uwong ki mbok yo sing solutip!”

Bu Tedjo

Demikian juga dalam lingkungan kerja, barang siapa menjadi manusia yang solutif niscaya dia akan berhasil meraih keberhasilan. Kali ini saya ingin membagikan semacam tips bagaimana caranya meningkatkan kemampuan menjadi orang yang solutif atau menjadi seorang problem-solver handal di pekerjaan.

Pemecahan masalah (problem-solving) adalah tugas penting dalam segala apapun jenis pekerjaan kamu. Apakah kamu seorang pemilik bisnis, atau sebagai karyawan, membuat keputusan dan memecahkan masalah adalah bagian penting dari pekerjaan. Dan ini berlangsung terus menerus, kontinyu, tidak ada habisnya, selalu ada saja masalah yang harus dipecahkan.

Sebelum menjadi solutif, kamu harus bisa menerima kenyataan ini bahwa masalah itu pasti ada. Akan menjadi lebih efektif lagi jika kamu bahkan bisa menikmati tantangan mengatasi hal-hal yang tidak diketahui alih-alih hanya bilang stres karena bingung.

Tidak semua orang memiliki kemampuan natural sebagai problem-solver, tapi saya yakin itu bisa dipelajari. Apa sih yang tidak bisa dipelajari di dunia ini, iya kan?

#1 Cari akar permasalahannya

Satu atau dua komponen yang rusak dalam sebuah proses dapat memengaruhi kualitas outputnya. Dalam bisnis, efeknya bisa sampai ke mana-mana. Masalah kepuasan pelanggan, pembengkakan biaya, sampai hilangnya pangsa pasar.

Mengapa?

Tanyakan mengapa sampai tiga kali agar kamu bisa sampai ke akar masalah. Jangan habiskan waktu hanya untuk memperbaiki gejala masalah yang hanya tampak dari luar. Ranting pohon yang patah pasti ada penyebabnya, jangan sibuk menyambung ranting itu tetapi cari tahu penyebabnya. Apakah karena batangnya terkena penyakit, atau mungkin akar pohonnya yang bermasalah membuat ranting menjadi rapuh.

Jeff Bezos adalah seorang yang sangat memperhatikan analisis akar masalah, dan itulah yang membuat Amazon berbeda dengan lainnya.

#2 Lihat masalah dari berbagai dimensi

Jangan terlalu menyederhanakan masalah karena sebagian besar masalah memiliki cakupan yang lebih besar dari satu dimensi.

Misalnya masalah kualitas produk. Kamu mungkin sudah mencari tahu akarnya yaitu ada masalah pada proses produksinya. Tetapi apakah hanya itu saja? Coba cari lagi apa yang membuat barang yang kamu produksi tidak laku. Oh, ternyata ada masalah juga pada desain produk.

Kemudian perbaiki semuanya dari desain produk dan proses produksinya. Hanya memperbaiki satu bagian saja hanya akan membuat kamu jadi lebih frustrasi. mengidentifikasi masalah dengan lebih baik selalu dapat mengarah pada solusi yang lebih baik.

Prinsip ini juga dapat diterapkan untuk memecahkan masalah yang merupakan sebuah peluang baru. Elon Musk sering berbicara tentang mengidentifikasi semua dimensi masalah, seperti teknologi baterai berbiaya rendah sebagai kunci untuk memajukan industri kendaraan listrik.

#3 Membuat daftar solusi alternatif dan mengevaluasinya

Kecenderungan kita adalah mengatasi masalah dengan menerapkan solusi yang pertama kali terlintas dalam pikiran, daripada membandingkan beberapa alternatif solusi untuk menghasilkan solusi terbaik.

Saat menghadapi masalah yang sulit, kamu bisa sharing diskusi dengan rekan kerja untuk mendapatkan pencerahan. Istilahnya brainstorming, supaya kamu tidak terbelenggu dengan perasaan paling benar dengan pendapatmu sendiri. Dari situ kamu akan menemukan beberapa alternatif solusi yang bisa diterapkan, pilih yang terbaik.

Ini semua harus dimulai dengan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa setidaknya ada satu solusi untuk setiap masalah, dan kamu pasti dapat menemukannya. Tanpa pola pikir ini, dan tekad bulat membuat keputusan, masalah tidak akan dapat terselesaikan, dan akibatnya pelanggan (kalau bicara tentang bisnis) akan mencari alternatif selain perusahaan kamu.

#4 Membangun motivasi melalui penghargaan dan insentif

Dalam sebuah tim, setiap anggota memiliki peran masing-masing yang dapat dioptimalkan saat berusaha mengatasi masalah. Anggota tim, termasuk kamu sendiri, ada yang tidak terlibat atau bahkan ada yang mengabaikan masalah, atau ada yang menyerah terlalu cepat.

Banyak orang hanya terlalu banyak alasan sehingga masalah tidak terselesaikan bahkan menjadi terlalu cepat perusahaan berjalan menuju jurang krisis. Bangun momentum semangat mengatasi masalah itu dengan memberi penghargaan kepada setiap anggota tim yang terlibat.

Secara khusus tentu harus ada penghargaan yang berbeda tingkatannya kepada yang benar-benar memikirkan daripada yang kurang peduli dengan masalah. Tetapi secara umum, setiap anggota tim tetap diberi penghargaan supaya semua tahu bahwa kolaborasi sangat penting untuk mengatasi masalah perusahaan.

#5 Memberi tanggung jawab kepada orang yang tepat

Pada akhirnya, setiap masalah yang muncul membutuhkan keputusan dan solusi yang tepat, bukan hanya sekadar teori.

Tugas kamu sebagai leader adalah menerima dan menetapkan tanggung jawab, kemudian melacak prosesnya hingga selesai. Masalah yang ada harus segera terselesaikan dengan tepat melibatkan orang-orang yang tepat.

#6 Mengukur hasil untuk memvalidasi perbaikan dan mencegah terulangnya masalah kembali

Dampak positif dari mengenali masalah dalam bisnis adalah indikasi yang jelas bahwa ada sesuatu yang lebih perlu diukur. Pastikan kamu menerapkan pengukuran pada setiap solusi agar masalah tidak terulang kembali. Dan jangan lupa pertimbangkan pula efek samping dan efek samping lanjutannya dari setiap solusi yang akan diterapkan.

#7 Menyediakan pelatihan dan alat untuk meningkatkan keterampilan mengatasi masalah

Pasar dan teknologi selalu dinamis, selalu mengalami perubahan. Kamu dan tim perlu mempelajari keterampilan baru dan harus mampu beradaptasi dengan tools pendukungnya.

Bahkan para profesional dan pengusaha kelas atas pun harus berkonsentrasi pada mempelajari sesuatu yang baru setiap hari. Kamu bisa belajar dari mentor bisnis, internet, bahkan juga dari kompetitormu.

Kesimpulan

Kalau kamu ingin merasa lebih puas dengan pekerjaan yang kamu tekuni saat ini, atau ingin memajukan karir di kantor, lebih fokuslah pada problem-solving (pemecahan masalah).

Jika kamu adalah seorang calon wirausaha, maka mengadopsi strategi ini sangat penting untuk bertahan dan berkembang di dunia startup yang belum dipetakan.

Semoga 7 poin tadi dapat menjadi inspirasi untuk kamu yang ingin seperti Bu Tedjo, menjadi “uwong sing solutip” di manapun kamu berada.

sumber:
inc.com

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *